BERKAT DI BALIK ATAP: CERITA PERJALANAN SYUKUR DAN PERESMIAN RENOVASI GEDUNG SDK MARANATHA, TK FAJARSARI, DAN AULA

Blimbingsari, Senin 14 Juli 2025 — Hari itu, langit Blimbingsari tampak berseri. Mentari pagi menyinari lembut dedaunan yang masih basah oleh embun, seolah menyambut sebuah peristiwa istimewa yang penuh makna. Di halaman sekolah yang rapi dan bersih, bendera merah putih berkibar anggun diiringi senyum dan haru dari ratusan pasang mata yang berkumpul — tua, muda, dari dekat dan jauh. Mereka semua datang untuk satu alasan: Ibadah Ucapan Syukur dan Peresmian Renovasi Atap SDK Maranatha, TK Fajarsari, serta Aula.

Acara ini bukan sekadar seremonial formal, tapi adalah penanda kasih setia Tuhan yang nyata dalam perjalanan pelayanan pendidikan di desa Blimbingsari. Bagi warga Blimbingsari, hari ini adalah bukti bahwa harapan dan iman, ketika dipadukan dengan kerja keras dan gotong royong, mampu mengubah genteng yang rapuh menjadi atap yang kokoh tempat anak-anak masa depan bangsa dilindungi dan dibentuk.

Ibadah dimulai tepat pukul 09.00 WITA di halaman selah yang baru saja direnovasi. Suasana terasa khidmat ketika anak-anak SDK Maranatha menarikan tari puspajali dengan penuh semangat dan polosnya anak-anak. Wajah-wajah hadirin pun tampak terharu.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta I Made Budiarsa, M.Th, yang juga merupakan Kepala Departemen Kesaksian dan Pengemangan GKPB. Firman Tuhan disampaikan oleh Sekretaris Umum GKPB Pendeta I Ketut Edi Cahyana, M.Th. Khotbah yang disampakan  terasa menggetarkan hati, mengingatkan setiap hadirin bahwa pendidikan Kristen tidak pernah lepas dari penyertaan dan anugerah Tuhan. Khotbah diakhiri oleh tari Carang Anggur.

Ibadah semakin istimewa dengan kehadiran Bendahara Umum GKPB, para Pendeta GKPB se-Jembrana, unsur Pemerintah Desa Blimbingsari, donatur, komite sekolah, alumni, serta perwakilan CCHCS Australia mitra yang telah banyak berkontribusi dalam pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan di wilayah ini.

Ibadah dilanjutan dengan para tamu diarahkan ke depan gedung SDK Maranatha. Sebuah pita berhiasan bunga kamboja membentang di bawah papan nama sekolah yang bersinar baru. Dalam suasana penuh sukacita, Sekum GKPB dan Bendahara GKPB bersama perwakilan dari Pemerintah Desa Blimbingsari, serta dua siswa masing-masing dari TK dan SD melakukan pemotongan pita sebagai simbol peresmian.

“Dengan kasih karunia Tuhan, hari ini kita meresmikan penggunaan kembali gedung SDK Maranatha, TK Fajarsari, dan Aula  setelah renovasi atap selesai dilakukan. Kiranya gedung ini menjadi tempat pertumbuhan iman, ilmu, dan kasih,” ujar Sekum GKPB dengan suara mantap.Tepuk tangan membahana. Suara lonceng kecil dari anak-anak terdengar menggema, menambah suasana perayaan yang begitu menyentuh.

Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Bersama. Di sinilah cerita-cerita bermunculan. Alumni SDK Maranatha dan TK Fajarsari berbagi kenangan masa kecil yang kini terasa hidup kembali di bawah atap baru yang kokoh. Salah satu alumni, Ibu Ni Luh Warningsih  kini seorang pegwai suasta  mengatakan, “Dulu kami belajar sambil menadah air hujan karena atap bocor. Hari ini, saya menangis melihat anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Ini mujizat.”

Puguyuban Blimbingsari, sebagai salah satu elemen yang aktif dalam penggalangan dana, juga turut hadir. “Kami melihat sendiri bagaimana renovasi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ini bukan hanya bangunan, tapi bagian dari warisan iman dan budaya desa,” kata I Putu Wira, ketua puguyuban.

Yang paling menyentuh adalah sambutan dari perwakilan CCHCS Australia yakni Bapak Jhonatan Petersen, sebuah Sekolah Kristen yang selama bertahun-tahun mendukung pelayanan di Blimbingsari. Dalam bahasa Inonsia yang sederhana, mereka menyampaikan, “Kami sangat senang ikut terlibat dalam pelayanan  sekolah ini, semoga jalinan kerjasama ini akan trus berlanjut dan ama Tuhan Yesus dimuliakan.”

Renovasi ini mencakup perbaikan total atap SDK Maranatha, TK Fajarsari, serta Aula. Sebelumnya, atap-atap tersebut telah rapuh dan bocor karena usia bangunan yang sudah lebih dari 40 tahun. Kini, dengan atap baru yang kuat dan tahan cuaca, kegiatan belajar-mengajar bisa berlangsung lebih optimal, terutama saat musim hujan. Namun lebih dari itu, acara ini membuktikan bahwa pelayanan tidak pernah selesai. Ketua Komite Sekolah menegaskan dalam penutupan acara, “Kita masih akan melangkah bersama. Mari terus jaga gedung ini dengan kasih, disiplin, dan kebersamaan. Tuhan telah menyertai langkah kita sejauh ini Dia pun akan terus memimpin ke depan.”

Renovasi gedung ini adalah simbol kebangkitan bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga semangat seluruh komunitas pendidikan Kristen di Blimbingsari. Di balik genteng yang kini rapat dan kokoh, ada harapan-harapan baru, ada nyanyian anak-anak yang bergema, ada mimpi yang disulam dalam terang kasih Kristus.

SDK Maranatha, TK Fajarsari, dan Aula kini bukan sekadar bangunan. Ia adalah monumen hidup dari iman, pengharapan, dan kasih.

Oleh: I Made Widnyana, S.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *