Suasana penuh semangat dan gemuruh sorakan mewarnai gelaran Turnamen Futsal Kejora Cup IV yang digelar di Kabupaten Jembrana. Ajang tahunan ini mempertemukan puluhan tim futsal sekolah dasar dari seluruh penjuru wilayah, memperebutkan prestasi, kebanggaan, dan semangat sportivitas. Dalam turnamen ini, SDK Maranatha Blimbingsari tampil gemilang sebagai salah satu kontestan yang berhasil mencuri perhatian publik.
Berkat kerja keras, disiplin latihan, dan kekompakan tim, SDK Maranatha berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara Grup B dan melaju hingga babak delapan besar (perempat final). Meskipun langkah tim terhenti di babak tersebut, perjuangan para siswa tetap menjadi kebanggaan bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat Blimbingsari.
Keikutsertaan SDK Maranatha dalam Kejora Cup IV bukan sekadar partisipasi biasa. Tim futsal yang terdiri dari 15 siswa terbaik telah menjalani serangkaian latihan fisik dan strategi sejak beberapa minggu sebelum pertandingan dimulai. Di bawah bimbingan Bapak I Made Widnyana, S.Pd, selaku guru PJOK dan pelatih utama, para siswa tidak hanya dibekali dengan teknik bermain futsal, namun juga nilai-nilai sportivitas, kerjasama tim, dan mental bertanding.
“Anak-anak sangat antusias dan komitmen dalam latihan. Mereka datang tepat waktu, berlatih dengan giat, dan saling mendukung. Semangat seperti ini yang membuat saya yakin mereka bisa memberikan yang terbaik,” ujar Pak Widnyana. Tim SDK Maranatha kemudian resmi mendaftar sebagai peserta dan tergabung dalam Grup B, bersama beberapa tim tangguh dari sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jembrana.
Hari pertandingan pun tiba. Suasana di lapangan penuh energi dan kegembiraan. Tim SDK Maranatha menjalani tiga pertandingan penyisihan grup dengan hasil yang luar biasa. Dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, SDK Maranatha berhasil meraih puncak klasemen Grup B dan dinyatakan sebagai Juara Grup, sekaligus memastikan tiket menuju babak delapan besar. Para pemain, pelatih, dan pendamping sekolah bersorak dalam sukacita. Prestasi ini menjadi sejarah tersendiri bagi sekolah yang menjunjung tinggi pendidikan karakter dan spiritual.
Melangkah ke perempat final bukanlah perkara mudah. SDK Maranatha harus menghadapi tim kuat dari grup lain yang telah menunjukkan dominasi di babak penyisihan. Pertandingan berjalan ketat dan penuh tensi. Tim SDK Maranatha sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat, namun tekanan lawan yang terus-menerus akhirnya berhasil menyamakan kedudukan, dan menambah satu gol kemenangan di menit-menit akhir.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-2, menandai langkah SDK Maranatha yang harus terhenti di babak delapan besar. Meskipun demikian, para pemain tetap menunjukkan sikap profesional, menjunjung sportivitas, dan menerima hasil dengan lapang dada.
“Kami bangga, sangat bangga. Walaupun tidak sampai ke final, anak-anak sudah menunjukkan semangat luar biasa. Mereka bermain dengan hati,” ungkap Ibu Fransisca Ni Nyoman Risavia Triandayani, S.Pd, Kepala SDK Maranatha. Keikutsertaan dalam turnamen ini bisa terlaksana berkat sinergi berbagai pihak. Dana Desa Blimbingsari turut membantu pembiayaan transportasi dan kebutuhan logistik tim. Sekolah juga mengalokasikan dana pendidikan untuk mendukung seragam, bola, dan pendaftaran turnamen. Selain itu, sejumlah donatur dan orang tua siswa ikut ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan dukungan moral.
Kolaborasi ini mencerminkan bahwa keberhasilan siswa bukan hanya milik sekolah, melainkan hasil kerja bersama seluruh ekosistem pendidikan dan masyarakat.Turnamen futsal bukan hanya soal skor dan kemenangan. Bagi SDK Maranatha, keikutsertaan ini adalah media pendidikan karakter yang hidup: kerja sama, pengendalian emosi, disiplin, dan mengasah semangat pantang menyerah.
Para siswa belajar untuk berjuang keras, menghargai lawan, dan tetap rendah hati di saat menang maupun kalah. Hal ini sejalan dengan visi sekolah sebagai sekolah misi yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tapi juga rohani, sosial, dan karakter siswa.
Melihat hasil yang menggembirakan ini, SDK Maranatha berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan olahraga, khususnya futsal. Pelatih berharap ke depan bisa mengikuti lebih banyak turnamen dan meningkatkan intensitas latihan. Bahkan, rencana jangka panjang berupa pembentukan ekstrakurikuler futsal resmi tengah disiapkan sekolah.
Ibu Kepala Sekolah menyampaikan harapannya, “Kami ingin agar anak-anak bisa berkembang lebih jauh. Semoga tahun depan kita bisa tampil lebih kuat, mungkin sampai semifinal atau bahkan final.”
Turnamen Kejora Cup IV telah menjadi panggung bagi SDK Maranatha untuk menunjukkan potensi dan dedikasinya. Meskipun belum sampai ke puncak, gelar Juara Grup B dan pencapaian delapan besar adalah kebanggaan tersendiri.
Kisah ini bukan tentang kalah dan menang semata, tapi tentang proses panjang, semangat juang, dan kebersamaan yang tercipta di dalam dan luar lapangan. SDK Maranatha membuktikan bahwa sekolah kecil dengan semangat besar mampu bersaing di panggung besar.
Blimbingsari, Juni 2025
Laporan oleh: Tim Dokumentasi SDK Maranatha


